Hukum & Tuntunan Hadits: "(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)"
Ketetapan hukum fikih pada Bab Keutamaan Dzikir dan Doa: "Wahai Abdullah Ibnu Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan dari beberapa simpanan surga? Yaitu, (artinya = Tida k ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)" (Muttafaq Alaihi. Nasa’i menambahkan: “(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)”.)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Abu Musa Al-Asy’ari berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadaku: “Wahai Abdullah Ibnu Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan dari beberapa simpanan surga? Yaitu, (artinya = Tida k ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)”. Muttafaq Alaihi. Nasa’i menambahkan: “(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)”."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Adab dan Kesopanan / Bab Keutamaan Dzikir dan Doa mengenai Hukum & Tuntunan Hadits: "(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)". Melalui periwayatan Sahabat Abu Musa, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Abu Musa Al-Asy’ari berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadaku: “Wahai Abdullah Ibnu Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan dari beberapa simpanan surga? Yaitu, (artinya = Tida k ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)”. Muttafaq Alaihi. Nasa’i menambahkan: “(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)”."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Muttafaq Alaihi. Nasa’i menambahkan: “(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)”. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Wahai Abdullah Ibnu Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan dari beberapa simpanan surga? Yaitu, (artinya = Tida k ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Keutamaan Dzikir dan Doa secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa kesimpulan dan hukum fikih utama dari hadits ini?
Ketetapan hukum fikih pada Bab Keutamaan Dzikir dan Doa: "Wahai Abdullah Ibnu Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan dari beberapa simpanan surga? Yaitu, (artinya = Tida k ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)" (Muttafaq Alaihi. Nasa’i menambahkan: “(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)”.)
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Muttafaq Alaihi. Nasa’i menambahkan: “(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)”. (Derajat: Muttafaq 'Alaih).