Lentera Sunnah & Hadits Fikih Nabawi
Koleksi lengkap 1.585 hadits dalil hukum Islam dari Kitab Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Seluruh materi terbit lengkap dan siap dibaca.
2. Kitab Shalat
Menampilkan 18 dari total 375 hadits yang cocok (Halaman 1 dari 21)
Hukum & Tuntunan Hadits: "Dan matahari masih tinggi"
Dari hadits Abu Musa: “Dan matahari masih tinggi.”
Bab Waktu Shalat: Abu Barzah Al-Aslamy Radhiyallahu ‘anhu berkata
Abu Barzah Al-Aslamy Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah setelah usai shal at Ashar kemudian salah seorang di antara kami pulang ke rumahnya di ujung kota Madinah sedang matahari saat itu masih panas. Beliau biasanya s uka mengakhirkan shalat Isya’, tidak suka tidur sebelumnya dan bercakap-cakap setelahnya. Beliau juga suka melaku kan shalat Shubuh di saat seseorang masih dapat mengenal orang yang duduk disampingnya, beliau biasanya membaca 60 hingga 100 ayat. Muttafaq Alaihi.
Bab Waktu Shalat: Menurut hadits Bukhari-Muslim dari Jabir
Menurut hadits Bukhari-Muslim dari Jabir: Adakalanya beliau melakukan shalat Isya’ pada awal wa ktunya dan adakalanya beliau melakukannya pada akhir waktunya. Jika melihat mereka telah berkumpul beliau segera melakukannya dan jika melihat mereka terl ambat beliau mengakhirkannya, sedang mengenai shalat Shubuh biasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sall am menunaikannya pada saat masih gelap.
Bab Waktu Shalat: Menurut Muslim dari hadits Abu Musa
Menurut Muslim dari hadits Abu Musa: Beliau menunaikan shalat Shubuh pada waktu fajar terbit di saat orang-orang hampir tidak mengenal satu sama lain.
Bab Waktu Shalat: Rafi’ Ibnu Kharij Radhiyallahu ‘anhu berkata
Rafi’ Ibnu Kharij Radhiyallahu ‘anhu berkata: Kami pernah shalat Maghrib bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kemudian salah seorang di antara kami pulang dan ia masih dapat melihat tempat jatuhnya anak panah miliknya. Muttafaq Alaihi.
Hukum & Tuntunan Hadits: "Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku"
‘Aisyah Radhiyallahu 'anha berkata: Pada suatu malam pernah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengakhirkan shalat Isya’ hingga larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat, dan bersabda: “Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku.” Riwayat Muslim.
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Waktu Shalat (Hadits ke-181)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila panas sangat menyengat, maka tunggulah waktu dingin untuk menunaikan shalat karena panas yang menyengat itu sebagian dari hembusan neraka jahannam.” Mutta faq Alaihi.
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Waktu Shalat (Hadits ke-182)
dari Rafi’ Ibnu Khadij Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Lakukanlah shalat Shubuh pada waktu masih benar-benar Shubuh karena ia lebih besar pahalanya bagimu.” Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Waktu Shalat (Hadits ke-183)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Shubuh sebelum matahari terbit maka ia telah mendapatkan shalat Shubu h dan barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam maka ia telah mendapatkan shalat Ashar.” Muttafaq Alaihi.
Hukum & Tuntunan Hadits: "Sekali sujud sebagai pengganti daripada satu rakaat"
Menurut riwayat Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu ada hadits serupa, beliau bersabda: “Sekali sujud sebagai pengganti daripada satu rakaat.” Kemudian beliau bersabda: “Sekali sujud itu adalah satu rakaat.”
Hukum & Tuntunan Hadits: "Tidak ada shalat setelah shalat fajar"
Dari Abu Said Al-Khudry bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada shalat (sunat) se telah shalat Shubuh hingga matahari terbit dan tidak ada shalat setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.” Muttafaq Alaihi. Dalam lafadz Riwayat Muslim: “Tidak ada shalat setelah shalat fajar.”
Bab Waktu Shalat: Dalam riwayat Muslim dari Uqbah Ibnu Amir
Dalam riwayat Muslim dari Uqbah Ibnu Amir: Tiga waktu dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melarang kami melakukan shalat dan menguburkan mayit, yaitu: ketika matahari terbit hingga meninggi, ketika tengah hari hingga matahari condong ke barat, da n ketika matahari hampir terbenam.
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Waktu Shalat (Hadits ke-187)
Dan hukum kedua menurut Imam Syafi’i dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah ada tambahan: Kecuali hari Jum’at.
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Waktu Shalat (Hadits ke-188)
Begitu juga menurut riwayat Abu Dawud dari Abu Qotadah terdapat hadits yang serupa.
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Waktu Shalat (Hadits ke-189)
Dari Jubair Ibnu Muth’im bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Wahai Bani Abdu Manaf, janganlah engkau melarang seseorang melakukan thawaf di Baitullah ini dan melakukan shalat pada waktu kapan saja, baik malam maupun siang.” Riwayat Imam Lima dan shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.
Hukum & Tuntunan Hadits: "Syafaq ialah awan merah"
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Syafaq ialah awan merah.” Riwayat Dar uquthni. Shahih menurut Ibnu Khuzaimah selain menyatakannya mauquf pada Ibnu Umar.
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Waktu Shalat (Hadits ke-191)
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Fajar itu ada dua macam, yaitu fajar yang diharamkan memakan makanan dan diperbolehkan melakukan shalat dan fajar yang diharamkan melakukan shalat, yakni shalat Shubuh, dan diperbolehkan makan makanan.” Riwayat Ibnu Khuzaimah dan Hakim, hadits shahih menurut keduanya.
Hukum & Tuntunan Hadits: "Fajar yang memanjang di ufuk"
Menurut riwayat Hakim dari hadits Jabir ada hadits serupa dengan tambahan tentang fajar yang mengharamkan memakan makanan: “Fajar yang memanjang di ufuk.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Dia seperti ekor serigala.”