Hukum & Tuntunan Hadits: "Sembelihlah kurban, tidak apa-apa"
Ketetapan hukum fikih pada Bab Tata Cara Haji dan Masuk Makkah: "Sembelihlah kurban, tidak apa-apa." (Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Dari Abdullah Ibnu Amar Al-’Ash Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berhenti pada haji wada’ dan orang-orang saling bertanya kepada beliau. Seorang laki-laki bertanya: Aku tidak sadar, aku telah mencukur sebelum menyembelih kurban. Beliau bersabda: “Sembelihlah kurban, tidak apa-apa.” Pada hari itu beliau tidak di tanya dengan sesuatu yang didahulukan dan diakhirkan kecuali beliau menjawab: “Kerjakanlah, tidak apa-apa.” Muttafaq Alaihi."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Haji / Bab Tata Cara Haji dan Masuk Makkah mengenai Hukum & Tuntunan Hadits: "Sembelihlah kurban, tidak apa-apa". Melalui periwayatan Abdullah Ibnu Amar Al-’Ash, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari Abdullah Ibnu Amar Al-’Ash Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berhenti pada haji wada’ dan orang-orang saling bertanya kepada beliau. Seorang laki-laki bertanya: Aku tidak sadar, aku telah mencukur sebelum menyembelih kurban. Beliau bersabda: “Sembelihlah kurban, tidak apa-apa.” Pada hari itu beliau tidak di tanya dengan sesuatu yang didahulukan dan diakhirkan kecuali beliau menjawab: “Kerjakanlah, tidak apa-apa.” Muttafaq Alaihi."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Sembelihlah kurban, tidak apa-apa.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Terhalang dan Tertinggal Haji secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa kesimpulan dan hukum fikih utama dari hadits ini?
Ketetapan hukum fikih pada Bab Tata Cara Haji dan Masuk Makkah: "Sembelihlah kurban, tidak apa-apa." (Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).)
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). (Derajat: Muttafaq 'Alaih).