Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Pembagian Waktu Bersama Istri (Hadits ke-1087)
Landasan hukum syariat pada Bab Pembagian Waktu Bersama Istri: Dari Urwah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata: Wahai anak saudara perempuanku, Rasul ullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak mengistimewakan sebag...
Terjemahan Resmi Indonesia
"Dari Urwah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata: Wahai anak saudara perempuanku, Rasul ullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak mengistimewakan sebagian kami atas sebagian yang lain dalam pembagian giliran tinggalnya bersama kami. Pada siang hari beliau berkeliling pada kami semua dan menghampiri setiap istri tanpa menyentuhnya hingga beliau sampai pada istri yang menjadi gilirannya, lalu beliau bermalam padanya. R iwayat Ahmad dan Abu Dawud, dan lafadznya menurut Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Nikah / Bab Pembagian Waktu Bersama Istri mengenai Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Pembagian Waktu Bersama Istri (Hadits ke-1087). Melalui periwayatan Urwah, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari Urwah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata: Wahai anak saudara perempuanku, Rasul ullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak mengistimewakan sebagian kami atas sebagian yang lain dalam pembagian giliran tinggalnya bersama kami. Pada siang hari beliau berkeliling pada kami semua dan menghampiri setiap istri tanpa menyentuhnya hingga beliau sampai pada istri yang menjadi gilirannya, lalu beliau bermalam padanya. R iwayat Ahmad dan Abu Dawud, dan lafadznya menurut Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim. Status: Shahih. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Wahai anak saudara perempuanku, Rasul ullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak mengistimewakan sebagian kami atas sebagian yang lain dalam pembagian giliran tinggalnya bersama kami. Pada siang hari beliau berkeliling pada kami semua dan menghampiri setiap istri tanpa menyentuhnya hingga beliau sampai pada istri yang menjadi gilirannya, lalu beliau bermalam padanya. R iwayat Ahmad dan Abu Dawud, dan lafadznya menurut Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Pembagian Waktu Bersama Istri secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Bagaimana fikih praktis terkait bab pembagian waktu bersama istri?
Dari Urwah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata: Wahai anak saudara perempuanku, Rasul ullah Shallallahu ‘alaihi
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim. Status: Shahih. (Derajat: Shahih).