Keberkahan Makan Sahur bagi Orang yang Berpuasa
Landasan hukum syariat pada Bab Shalat Sunnah: ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Pada setiap malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selalu sholat witir yang ber akhir hingga waktu sahur. Muttafaq Alaihi
Terjemahan Resmi Indonesia
"‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Pada setiap malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selalu sholat witir yang ber akhir hingga waktu sahur. Muttafaq Alaihi"
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Shalat / Bab Shalat Sunnah mengenai Keberkahan Makan Sahur bagi Orang yang Berpuasa. Melalui periwayatan jalur periwayatan hadits ini, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Pada setiap malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selalu sholat witir yang ber akhir hingga waktu sahur. Muttafaq Alaihi"
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Pada setiap malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selalu sholat witir yang ber akhir hingga waktu sahur.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Shalat Sunnah secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Bagaimana fikih praktis terkait keberkahan makan sahur bagi orang yang berpuasa?
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Pada setiap malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam selalu sholat witir yang ber akhir hingga waktu sahur.
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). (Derajat: Muttafaq 'Alaih).