Hukum & Tuntunan Hadits: "Seorang yang bepergian itu tidak wajib sholat Jum’at"
Ketetapan hukum fikih pada Bab Shalat Jumat: "Seorang yang bepergian itu tidak wajib sholat Jum’at." (Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani. Catatan Sanad: Terdapat kelemahan (Dha'if/Layyin).)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang yang bepergian itu tidak wajib sholat Jum’at.” Riwayat Thabrani dengan sanad lemah."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Shalat / Bab Shalat Jumat mengenai Hukum & Tuntunan Hadits: "Seorang yang bepergian itu tidak wajib sholat Jum’at". Melalui periwayatan Sahabat Ibnu Umar, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang yang bepergian itu tidak wajib sholat Jum’at.” Riwayat Thabrani dengan sanad lemah."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani. Catatan Sanad: Terdapat kelemahan (Dha'if/Layyin). Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Seorang yang bepergian itu tidak wajib sholat Jum’at.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Shalat Khauf secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa kesimpulan dan hukum fikih utama dari hadits ini?
Ketetapan hukum fikih pada Bab Shalat Jumat: "Seorang yang bepergian itu tidak wajib sholat Jum’at." (Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani. Catatan Sanad: Terdapat kelemahan (Dha'if/Layyin).)
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani. Catatan Sanad: Terdapat kelemahan (Dha'if/Layyin). (Derajat: Dha'if).