Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Shalat Khauf (Hadits ke-506)
Landasan hukum syariat pada Bab Shalat Khauf: Dari Sholeh Ibnu Khuwwat Radhiyallahu ‘anhu dari seseorang yang pernah sholat Khouf (sholat dalam keadaan takut atau perang) bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada hari perang Dz...
Terjemahan Resmi Indonesia
"Dari Sholeh Ibnu Khuwwat Radhiyallahu ‘anhu dari seseorang yang pernah sholat Khouf (sholat dalam keadaan takut atau perang) bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada hari perang Dzatir Riqo’: Bahwa sekelompok sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sall am berbaris bersama beliau dan sekelompok lain menghadapi musuh. Lalu beliau sholat bersama mereka (kelompok yang berbaris) satu rakaat, kemudian beliau tetap berdiri dan mereka menyelesaikan sholatnya masing-masing. Lalu mereka bubar dan berbaris menghadapi musuh. Datanglah kelompok lain dan beliau sholat satu rakaat yang tersisa, kemudian beliau tetap duduk dan mereka meneruskan sendiri-sendiri, lalu beliau salam bersama mereka. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Hadits ini juga terdapat dalam kitab al-Ma’rifah karangan Ibnu Mandah, dari sholeh Ibnu Khuwwat dari ayahnya."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Shalat / Bab Shalat Khauf mengenai Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Shalat Khauf (Hadits ke-506). Melalui periwayatan Sholeh Ibnu Khuwwat, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari Sholeh Ibnu Khuwwat Radhiyallahu ‘anhu dari seseorang yang pernah sholat Khouf (sholat dalam keadaan takut atau perang) bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada hari perang Dzatir Riqo’: Bahwa sekelompok sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sall am berbaris bersama beliau dan sekelompok lain menghadapi musuh. Lalu beliau sholat bersama mereka (kelompok yang berbaris) satu rakaat, kemudian beliau tetap berdiri dan mereka menyelesaikan sholatnya masing-masing. Lalu mereka bubar dan berbaris menghadapi musuh. Datanglah kelompok lain dan beliau sholat satu rakaat yang tersisa, kemudian beliau tetap duduk dan mereka meneruskan sendiri-sendiri, lalu beliau salam bersama mereka. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Hadits ini juga terdapat dalam kitab al-Ma’rifah karangan Ibnu Mandah, dari sholeh Ibnu Khuwwat dari ayahnya."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Dari Sholeh Ibnu Khuwwat Radhiyallahu ‘anhu dari seseorang yang pernah sholat Khouf (sholat dalam keadaan takut atau perang) bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada hari perang Dzatir Riqo’: Bahwa sekelompok sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sall am berbaris bersama beliau dan sekelompok lain menghadapi musuh. Lalu beliau sholat bersama mereka (kelompok yang berbaris) satu rakaat, kemudian beliau tetap berdiri dan mereka menyelesaikan sholatnya masing-masing. Lalu mereka bubar dan berbaris menghadapi musuh. Datanglah kelompok lain dan beliau sholat satu rakaat yang tersisa, kemudian beliau tetap duduk dan mereka meneruskan sendiri-sendiri, lalu beliau salam bersama mereka.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Shalat Idul Fitri dan Idul Adha secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Bagaimana fikih praktis terkait bab shalat idul fitri dan idul adha?
Dari Sholeh Ibnu Khuwwat Radhiyallahu ‘anhu dari seseorang yang pernah sholat Khouf (sholat dalam keadaan takut atau perang) bersama Nabi Shallallahu
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). (Derajat: Muttafaq 'Alaih).