Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Puasa Sunnah dan Hari yang Dilarang (Hadits ke-718)
Ketetapan hukum fikih pada Bab Puasa Sunnah dan Hari yang Dilarang: "Dua hari tersebut adalah hari-hari raya orang musyrik dan aku ingin menentang mereka." (Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i. Dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah. Status: Shahih.)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam paling sering berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, 52 dan beliau bersabda: “Dua hari tersebut adalah hari-hari raya orang musyrik dan aku ingin menentang mereka.” Dik eluarkan oleh Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dengan lafadz ini."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Puasa / Bab Puasa Sunnah dan Hari yang Dilarang mengenai Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Puasa Sunnah dan Hari yang Dilarang (Hadits ke-718). Melalui periwayatan Sahabat Ummu Salamah, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam paling sering berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, 52 dan beliau bersabda: “Dua hari tersebut adalah hari-hari raya orang musyrik dan aku ingin menentang mereka.” Dik eluarkan oleh Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dengan lafadz ini."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i. Dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah. Status: Shahih. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Dua hari tersebut adalah hari-hari raya orang musyrik dan aku ingin menentang mereka.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Itikaf dan Qiyam Ramadhan secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Bagaimana fikih praktis terkait bab itikaf dan qiyam ramadhan?
"Dua hari tersebut adalah hari-hari raya orang musyrik dan aku ingin menentang mereka." (Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i. Dinilai shahih oleh Ibnu Kh
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i. Dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah. Status: Shahih. (Derajat: Shahih).