Bab Itikaf dan Qiyam Ramadhan: ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata
Landasan hukum syariat pada Bab Itikaf dan Qiyam Ramadhan: ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Disunatkan bagi orang yang beri’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak juga menciumnya, ti...
Terjemahan Resmi Indonesia
"‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Disunatkan bagi orang yang beri’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak juga menciumnya, tidak keluar masjid untuk suatu keperluan kecuali keperluan yang sangat mendes ak, tidak boleh i’tikaf kecuali dengan puasa, dan tidak boleh i’tikaf kecuali di masjid jami’. Riwayat Abu Dawud. Men urut pendapat yang kuat hadits ini mauquf akhirnya."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Puasa / Bab Itikaf dan Qiyam Ramadhan mengenai Bab Itikaf dan Qiyam Ramadhan: ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata. Melalui periwayatan jalur periwayatan hadits ini, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Disunatkan bagi orang yang beri’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak juga menciumnya, tidak keluar masjid untuk suatu keperluan kecuali keperluan yang sangat mendes ak, tidak boleh i’tikaf kecuali dengan puasa, dan tidak boleh i’tikaf kecuali di masjid jami’. Riwayat Abu Dawud. Men urut pendapat yang kuat hadits ini mauquf akhirnya."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Disunatkan bagi orang yang beri’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak juga menciumnya, tidak keluar masjid untuk suatu keperluan kecuali keperluan yang sangat mendes ak, tidak boleh i’tikaf kecuali dengan puasa, dan tidak boleh i’tikaf kecuali di masjid jami’.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Keutamaan dan Syarat Wajib Haji secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa kesimpulan dan hukum fikih utama dari hadits ini?
Landasan hukum syariat pada Bab Itikaf dan Qiyam Ramadhan: ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Disunatkan bagi orang yang beri’tikaf untuk tidak menjenguk orang sakit, tidak melawat jenazah, tidak menyentuh perempuan dan tidak juga menciumnya, ti...
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. (Derajat: Shahih).