Bab Tata Cara Haji dan Masuk Makkah: Sarra’ Bintu Nabhan Radhiyallahu 'anha berkata
Landasan hukum syariat pada Bab Tata Cara Haji dan Masuk Makkah: Sarra’ Bintu Nabhan Radhiyallahu 'anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memberi khutbah kepada kami pada h ari ruus (hari
Terjemahan Resmi Indonesia
"Sarra’ Bintu Nabhan Radhiyallahu 'anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memberi khutbah kepada kami pada h ari ruus (hari"
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Haji / Bab Tata Cara Haji dan Masuk Makkah mengenai Bab Tata Cara Haji dan Masuk Makkah: Sarra’ Bintu Nabhan Radhiyallahu 'anha berkata. Melalui periwayatan jalur periwayatan hadits ini, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Sarra’ Bintu Nabhan Radhiyallahu 'anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memberi khutbah kepada kami pada h ari ruus (hari"
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Status: Hasan. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “memberi khutbah kepada kami pada h ari ruus (hari”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Syarat dan Larangan Jual Beli secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Bagaimana fikih praktis terkait bab syarat dan larangan jual beli?
Sarra’ Bintu Nabhan Radhiyallahu 'anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memberi khutbah kepada kami pada h ari ruus (hari
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Status: Hasan. (Derajat: Hasan).