BULUGHUL MARAM KUMPULAN HADITS HUKUM SYARIAT ISLAM
TOTAL 1.585 HADITS LENGKAP 16 DAFTAR KITAB
LENTERA SUNNAH
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Adab Buang Hajat (Hadits ke-111)
Hadits ke-111 Derajat: Shahih 1. Kitab Thaharah

Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Adab Buang Hajat (Hadits ke-111)

Ukuran Teks Arab:
Poin Inti Hukum Fikih

Ketetapan hukum fikih pada Bab Adab Buang Hajat: "Janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat." (Dikeluarkan oleh Imam Tujuh (Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).)

Matan Hadits Nabawi Hadits ke-111
وَلِلسَّبْعَةِ مِنْ حَدِيثِ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ { لَا تَسْتَقْبِلُوا اَلْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلَا بَوْلٍ, وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا } .

Terjemahan Resmi Indonesia

"Hadits menurut Imam Tujuh dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu berbunyi: “Janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat.”"
Derajat: Shahih
Takhrij: Dikeluarkan oleh Imam Tujuh (Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits

لَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ Laa Tastaqbilul-Qiblah
Larangan menghadap kiblat (atau membelakanginya) ketika buang air besar/kecil di alam terbuka.
شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا Syarriquu aw Gharribuu
Menghadaplah ke arah timur atau barat (khusus bagi penduduk Madinah yang kiblatnya ke arah selatan).
تَعْظِيمُ الْقِبْلَةِ Ta'zhiimul-Qiblah
Memuliakan arah kiblat shalat agar tidak dihadapkan pada najis dan aurat.

Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)

Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Thaharah / Bab Adab Buang Hajat mengenai Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Adab Buang Hajat (Hadits ke-111). Melalui periwayatan Sahabat Abu Ayyub, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Hadits menurut Imam Tujuh dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu berbunyi: “Janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat.”"

Kajian Takhrij & Status Riwayat: Dikeluarkan oleh Imam Tujuh (Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah). Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari

  • 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat.”
  • 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Adab Buang Hajat secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
  • 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.

Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)

Bagaimana fikih praktis terkait bab adab buang hajat?

"Janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat." (Dikeluarkan oleh Imam Tujuh (Ahmad, Al-Bukhari,

Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?

Dikeluarkan oleh Imam Tujuh (Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah). (Derajat: Shahih).