Kitab Makanan: Asma’ Binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha berkata
Landasan hukum syariat pada Kitab Makanan: Asma’ Binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha berkata: Ka mi pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu kami makan. Muttafaq Alaihi.
Terjemahan Resmi Indonesia
"Asma’ Binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha berkata: Ka mi pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu kami makan. Muttafaq Alaihi."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Makanan / Kitab Makanan mengenai Kitab Makanan: Asma’ Binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha berkata. Melalui periwayatan jalur periwayatan hadits ini, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Asma’ Binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha berkata: Ka mi pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu kami makan. Muttafaq Alaihi."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Ka mi pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu kami makan.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Kitab Makanan secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Bagaimana fikih praktis terkait kitab makanan: asma’ binti abu bakar radhiyallahu 'anha berkata?
Asma’ Binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha berkata: Ka mi pernah menyembelih seekor kuda pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu kami m
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). (Derajat: Muttafaq 'Alaih).