Hukum & Tuntunan Hadits: "Apakah di situ pernah ada berhala yang disembah"
Ketetapan hukum fikih pada Kitab Sumpah dan Nadzar: "Apakah di situ pernah ada berhala yang disembah?" (Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani. Status: Shahih.)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Tsabit Ibnu ad-Dhahhak Radhiyallahu ‘anhu berkata: Pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ada seseorang bernadzar hendak menyembelih unta di Buwanah, lalu ia menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan men anyakan hal itu. Beliau bertanya: “Apakah di situ pernah ada berhala yang disembah?”. Ia menjawab: Tidak. Beliau bertanya: “Apakah di situ pernah dirayakan har i raya mereka?”. Ia menjawab: Tidak. Beliau bersabda: “Penuhilah nadzarmu, sesungguhnya nadzar it u tidak boleh dilaksanakan bila ia mendurhakai Allah, memutuskan tali persaudaraan, dan nadzar pada suatu benda yang tidak dimiliki oleh manusia.” Riwayat Abu Dawud dan Thabrani dengan lafadz menurutnya. Sanadnya shahih"
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Sumpah dan Nadzar / Kitab Sumpah dan Nadzar mengenai Hukum & Tuntunan Hadits: "Apakah di situ pernah ada berhala yang disembah". Melalui periwayatan jalur periwayatan hadits ini, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Tsabit Ibnu ad-Dhahhak Radhiyallahu ‘anhu berkata: Pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ada seseorang bernadzar hendak menyembelih unta di Buwanah, lalu ia menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan men anyakan hal itu. Beliau bertanya: “Apakah di situ pernah ada berhala yang disembah?”. Ia menjawab: Tidak. Beliau bertanya: “Apakah di situ pernah dirayakan har i raya mereka?”. Ia menjawab: Tidak. Beliau bersabda: “Penuhilah nadzarmu, sesungguhnya nadzar it u tidak boleh dilaksanakan bila ia mendurhakai Allah, memutuskan tali persaudaraan, dan nadzar pada suatu benda yang tidak dimiliki oleh manusia.” Riwayat Abu Dawud dan Thabrani dengan lafadz menurutnya. Sanadnya shahih"
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani. Status: Shahih. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Penuhilah nadzarmu, sesungguhnya nadzar it u tidak boleh dilaksanakan bila ia mendurhakai Allah, memutuskan tali persaudaraan, dan nadzar pada suatu benda yang tidak dimiliki oleh manusia.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Kitab Sumpah dan Nadzar secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa kesimpulan dan hukum fikih utama dari hadits ini?
Ketetapan hukum fikih pada Kitab Sumpah dan Nadzar: "Apakah di situ pernah ada berhala yang disembah?" (Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani. Status: Shahih.)
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani. Status: Shahih. (Derajat: Shahih).