Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Wudhu (Hadits ke-62)
Landasan hukum syariat pada Bab Wudhu: Umar Radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada seorang pun di antara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapk...
Terjemahan Resmi Indonesia
"Umar Radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada seorang pun di antara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh, melainkan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” Dikeluarkan oleh Muslim."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Thaharah / Bab Wudhu mengenai Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Wudhu (Hadits ke-62). Melalui periwayatan Sahabat Umar, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Umar Radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada seorang pun di antara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh, melainkan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” Dikeluarkan oleh Muslim."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Tiada seorang pun di antara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh, melainkan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Wudhu secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa keutamaan membaca dua kalimat syahadat setelah selesai berwudhu secara sempurna?
Akan dibukakan baginya delapan pintu surga dan ia dipersilakan masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Diriwayatkan oleh Imam Muslim. (Derajat: Shahih).