Hukum & Tuntunan Hadits: "Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang"
Ketetapan hukum fikih pada Bab Puasa Sunnah dan Hari yang Dilarang: "Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim.)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Dari Abu Qotadah Al-Anshory Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam perna ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.” Beliau juga dit anya tentang puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu.” Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur’an padaku.” Riwayat Muslim"
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Puasa / Bab Puasa Sunnah dan Hari yang Dilarang mengenai Hukum & Tuntunan Hadits: "Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang". Melalui periwayatan Sahabat Abu Qatadah, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari Abu Qotadah Al-Anshory Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam perna ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.” Beliau juga dit anya tentang puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu.” Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur’an padaku.” Riwayat Muslim"
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Puasa Sunnah dan Hari yang Dilarang secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa kesimpulan dan hukum fikih utama dari hadits ini?
Ketetapan hukum fikih pada Bab Puasa Sunnah dan Hari yang Dilarang: "Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim.)
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Diriwayatkan oleh Imam Muslim. (Derajat: Shahih).