Hukum & Tuntunan Hadits: "Ia milikmu, atau milik saudaramu, atau milik serigala"
Ketetapan hukum fikih pada Bab Penemuan Barang Hilang (Luqathah): "Perhatikan tempat dan pengikatnya, lalu umumkan selama setahun. Jika pemiliknya datang, berikanlah dan jika tidak, maka terserah engkau." (Muttafaq Alaihi.)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Zaid Ibnu Khalid al-Juhany berkata: Ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menanyakan tentang barang temuan. 70 Beliau bersabda: “Perhatikan tempat dan pengikatnya, lalu umumkan selama setahun. Jika pemiliknya datang, berikanlah dan jika tidak, maka terserah engkau.” Ia bertanya: Bagaimana dengan kambing ya ng tersesat?. Beliau menjawab: “Ia milikmu, atau milik saudaramu, atau milik serigala.” Ia bertanya lagi: Bagaimana dengan unta yang tersesat?. Beliau bersabda: “Apa hubungannya denganmu? Ia mempunyai kantong air dan sepatu, ia bisa datang ke tempat air da n memakan tetumbuhan, hingga pemiliknya menemukannya.” Muttafaq Alaihi."
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Jual-Beli / Bab Penemuan Barang Hilang (Luqathah) mengenai Hukum & Tuntunan Hadits: "Ia milikmu, atau milik saudaramu, atau milik serigala". Melalui periwayatan jalur periwayatan hadits ini, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Zaid Ibnu Khalid al-Juhany berkata: Ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menanyakan tentang barang temuan. 70 Beliau bersabda: “Perhatikan tempat dan pengikatnya, lalu umumkan selama setahun. Jika pemiliknya datang, berikanlah dan jika tidak, maka terserah engkau.” Ia bertanya: Bagaimana dengan kambing ya ng tersesat?. Beliau menjawab: “Ia milikmu, atau milik saudaramu, atau milik serigala.” Ia bertanya lagi: Bagaimana dengan unta yang tersesat?. Beliau bersabda: “Apa hubungannya denganmu? Ia mempunyai kantong air dan sepatu, ia bisa datang ke tempat air da n memakan tetumbuhan, hingga pemiliknya menemukannya.” Muttafaq Alaihi."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Muttafaq Alaihi. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Perhatikan tempat dan pengikatnya, lalu umumkan selama setahun. Jika pemiliknya datang, berikanlah dan jika tidak, maka terserah engkau.”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Penemuan Barang Hilang (Luqathah) secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa kesimpulan dan hukum fikih utama dari hadits ini?
Ketetapan hukum fikih pada Bab Penemuan Barang Hilang (Luqathah): "Perhatikan tempat dan pengikatnya, lalu umumkan selama setahun. Jika pemiliknya datang, berikanlah dan jika tidak, maka terserah engkau." (Muttafaq Alaihi.)
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Muttafaq Alaihi. (Derajat: Muttafaq 'Alaih).