Hukum & Tuntunan Hadits: "Siapakah yang akan membelinya dariku"
Ketetapan hukum fikih pada Bab Pembebasan Budak dan Ummu Walad: "Siapakah yang akan membelinya dariku?" (Muttafaq Alaihi. Dalam suatu lafadz riwayat Bukhari: Lalu ia (orang yang akan memerdekakan) membutuhkan sesuatu. Dalam suatu riwayat Nasa’i: Ia memiliki hutang, maka beliau m enjualnya dengan harga delapan ratus dirham, dan beliau bersabda: “Lunasilah hutangmu.”)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang dari kalangan Anshar hendak memerdekakan hambanya setelah ma ti (cara mudabbar=seorang hamba yang dijanjikan merdeka bila majikannya meninggal dunia), padahal ia tidak memiliki harta lain selainn ya. Sampailah berita itu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda: “Siapakah yang akan membelinya dariku?”. Lalu Nu’aim Ibnu Abdullah membelinya dengan harga delapan ratus dirham. Muttafaq Alaihi. Dalam suatu lafadz riwayat Bukhari: Lalu ia (orang yang akan memerdekakan) membutuhkan sesuatu. Dalam suatu riwayat Nasa’i: Ia memiliki hutang, maka beliau m enjualnya dengan harga delapan ratus dirham, dan beliau bersabda: “Lunasilah hutangmu.”"
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Budak / Bab Pembebasan Budak dan Ummu Walad mengenai Hukum & Tuntunan Hadits: "Siapakah yang akan membelinya dariku". Melalui periwayatan Sahabat Jabir, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang dari kalangan Anshar hendak memerdekakan hambanya setelah ma ti (cara mudabbar=seorang hamba yang dijanjikan merdeka bila majikannya meninggal dunia), padahal ia tidak memiliki harta lain selainn ya. Sampailah berita itu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda: “Siapakah yang akan membelinya dariku?”. Lalu Nu’aim Ibnu Abdullah membelinya dengan harga delapan ratus dirham. Muttafaq Alaihi. Dalam suatu lafadz riwayat Bukhari: Lalu ia (orang yang akan memerdekakan) membutuhkan sesuatu. Dalam suatu riwayat Nasa’i: Ia memiliki hutang, maka beliau m enjualnya dengan harga delapan ratus dirham, dan beliau bersabda: “Lunasilah hutangmu.”"
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Muttafaq Alaihi. Dalam suatu lafadz riwayat Bukhari: Lalu ia (orang yang akan memerdekakan) membutuhkan sesuatu. Dalam suatu riwayat Nasa’i: Ia memiliki hutang, maka beliau m enjualnya dengan harga delapan ratus dirham, dan beliau bersabda: “Lunasilah hutangmu.” Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Siapakah yang akan membelinya dariku?”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Pembebasan Budak dan Ummu Walad secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Apa kesimpulan dan hukum fikih utama dari hadits ini?
Ketetapan hukum fikih pada Bab Pembebasan Budak dan Ummu Walad: "Siapakah yang akan membelinya dariku?" (Muttafaq Alaihi. Dalam suatu lafadz riwayat Bukhari: Lalu ia (orang yang akan memerdekakan) membutuhkan sesuatu. Dalam suatu riwayat Nasa’i: Ia memiliki hutang, maka beliau m enjualnya dengan harga delapan ratus dirham, dan beliau bersabda: “Lunasilah hutangmu.”)
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Muttafaq Alaihi. Dalam suatu lafadz riwayat Bukhari: Lalu ia (orang yang akan memerdekakan) membutuhkan sesuatu. Dalam suatu riwayat Nasa’i: Ia memiliki hutang, maka beliau m enjualnya dengan harga delapan ratus dirham, dan beliau bersabda: “Lunasilah hutangmu.” (Derajat: Muttafaq 'Alaih).