BULUGHUL MARAM KUMPULAN HADITS HUKUM SYARIAT ISLAM
TOTAL 1.585 HADITS LENGKAP 16 DAFTAR KITAB
LENTERA SUNNAH
Bab Pembatal Wudhu: Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata
Hadits ke-72 Derajat: Shahih 1. Kitab Thaharah

Bab Pembatal Wudhu: Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata

Ukuran Teks Arab:
Poin Inti Hukum Fikih

Landasan hukum syariat pada Bab Pembatal Wudhu: Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata: pernah para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada jamannya menunggu waktu isya’ sampai kepala mereka terangguk-angguk (karena...

Matan Hadits Nabawi Hadits ke-72
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: { كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اَللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -عَلَى عَهْدِهِ- يَنْتَظِرُونَ اَلْعِشَاءَ حَتَّى تَخْفِقَ رُؤُوسُهُمْ, ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ } أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ ُ .

Terjemahan Resmi Indonesia

"Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata: pernah para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada jamannya menunggu waktu isya’ sampai kepala mereka terangguk-angguk (karena kantuk), kemudian mereka shalat dan tidak berwudhu. Dikeluarkan oleh Abu Dawud, shahih menurut Daruquthni dan berasal dari riwayat Muslim."
Derajat: Shahih
Takhrij: Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruquthni. Diriwayatkan oleh Imam Malik. Status: Shahih.

Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits

يَنْتَظِرُونَ الْعِشَاءَ Yantazhiruunal-'Isyaa'a
Menunggu pelaksanaan shalat Isya' secara berjamaah di masjid.
تَخْفِقُ رُؤُوسُهُمْ Takhfiqu Ru'uusuhum
Kepala yang terkantuk-kantuk terangguk ringan dalam posisi duduk tegak.
لَا يَتَوَضَّئُونَ Laa Yatawadhdha'uuna
Tidak membatalkan wudhu karena kantuk dalam keadaan duduk menetap pantatnya di lantai.

Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)

Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Thaharah / Bab Pembatal Wudhu mengenai Bab Pembatal Wudhu: Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata. Melalui periwayatan Sahabat Anas, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata: pernah para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada jamannya menunggu waktu isya’ sampai kepala mereka terangguk-angguk (karena kantuk), kemudian mereka shalat dan tidak berwudhu. Dikeluarkan oleh Abu Dawud, shahih menurut Daruquthni dan berasal dari riwayat Muslim."

Kajian Takhrij & Status Riwayat: Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruquthni. Diriwayatkan oleh Imam Malik. Status: Shahih. Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari

  • 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “pernah para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada jamannya menunggu waktu isya’ sampai kepala mereka terangguk-angguk (karena kantuk), kemudian mereka shalat dan tidak berwudhu.”
  • 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Pembatal Wudhu secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
  • 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.

Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)

Bagaimana fikih praktis terkait bab pembatal wudhu?

Anas Ibnu Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata: pernah para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pada jamannya menunggu waktu isya’ sampai ke

Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruquthni. Diriwayatkan oleh Imam Malik. Status: Shahih. (Derajat: Shahih).