Bab Pembatal Wudhu: Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia berkata
Ketetapan hukum fikih pada Bab Pembatal Wudhu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang mengalami istihadhah (keluar darah penyakit secara terus-menerus) sehingga aku tidak suci; apakah aku harus meninggalkan shalat?" (Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).)
Terjemahan Resmi Indonesia
"Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia berkata: Fathimah binti Abu Hubaisy datang menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang mengalami istihadhah (keluar darah penyakit secara terus-menerus) sehingga aku tidak suci; apakah aku harus meninggalkan shalat?” Beliau menjawab: “Tidak, sesungguhnya itu hanyalah darah penyakit (otot/urat) dan bukan darah haid. Apabila datang waktu haidmu maka tinggalkanlah shalat, dan apabila telah berlalu kadar waktunya maka cucilah darah darimu lalu shalatlah.” Muttafaq 'Alaih."
Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits
Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)
Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Thaharah / Bab Pembatal Wudhu mengenai Bab Pembatal Wudhu: Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia berkata. Melalui periwayatan Sahabat Aisyah, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia berkata: Fathimah binti Abu Hubaisy datang menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang mengalami istihadhah (keluar darah penyakit secara terus-menerus) sehingga aku tidak suci; apakah aku harus meninggalkan shalat?” Beliau menjawab: “Tidak, sesungguhnya itu hanyalah darah penyakit (otot/urat) dan bukan darah haid. Apabila datang waktu haidmu maka tinggalkanlah shalat, dan apabila telah berlalu kadar waktunya maka cucilah darah darimu lalu shalatlah.” Muttafaq 'Alaih."
Kajian Takhrij & Status Riwayat: Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.
Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari
- 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang mengalami istihadhah (keluar darah penyakit secara terus-menerus) sehingga aku tidak suci; apakah aku harus meninggalkan shalat?”
- 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Pembatal Wudhu secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
- 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.
Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)
Bagaimana fikih praktis terkait bab pembatal wudhu?
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang mengalami istihadhah (keluar darah penyakit secara terus-menerus) sehingga aku tidak su
Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?
Muttafaq 'Alaih (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). (Derajat: Muttafaq 'Alaih).