BULUGHUL MARAM KUMPULAN HADITS HUKUM SYARIAT ISLAM
TOTAL 1.585 HADITS LENGKAP 16 DAFTAR KITAB
LENTERA SUNNAH
Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Pembatal Wudhu (Hadits ke-74)
Hadits ke-74 Derajat: Shahih 1. Kitab Thaharah

Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Pembatal Wudhu (Hadits ke-74)

Ukuran Teks Arab:
Poin Inti Hukum Fikih

Ketetapan hukum fikih pada Bab Pembatal Wudhu: "Apabila datang masa haidmu maka tinggalkanlah shalat, dan apabila telah selesai maka mandilah dan shalatlah." (Tercantum dalam Kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (mengikuti takhrij hadits pokok sebelumnya).)

Matan Hadits Nabawi Hadits ke-74
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى اَلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنِّي اِمْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ, أَفَأَدَعُ اَلصَّلَاةَ? قَالَ: "لَا. إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ, وَلَيْسَ بِحَيْضٍ, فَإِذَا أَقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي اَلصَّلَاةَ, وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ اَلدَّمَ, ثُمَّ صَلِّي } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ .

Terjemahan Resmi Indonesia

"Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwa Fathimah binti Abu Hubaisy datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menyampaikan perihal darah istihadhah, maka beliau bersabda: “Apabila datang masa haidmu maka tinggalkanlah shalat, dan apabila telah selesai maka mandilah dan shalatlah.”"
Derajat: Shahih
Takhrij: Tercantum dalam Kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (mengikuti takhrij hadits pokok sebelumnya).

Kosa Kata & Mufradat Kunci Hadits

حَيْضَتُكِ Haydhatuki
Masa haid bulanan wanita yang mewajibkan meninggalkan shalat dan puasa.
أَدْبَرَتْ Adbarat
Berakhirnya masa waktu haid yang ditandai dengan keringnya darah atau keluarnya cairan putih.
فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ Faaghsiluu 'ankid-Dama
Mandi wajib membersihkan seluruh tubuh dan mencuci darah najis.

Penjelasan & Syarah Ilmiah (Kajian Fikih Hadits)

Hadits ini merupakan landasan dalil syar'i dalam Kitab Thaharah / Bab Pembatal Wudhu mengenai Kajian Dalil & Hukum Fikih pada Bab Pembatal Wudhu (Hadits ke-74). Melalui periwayatan Sahabat Aisyah, matan hadits ini menerangkan ketetapan: "Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwa Fathimah binti Abu Hubaisy datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menyampaikan perihal darah istihadhah, maka beliau bersabda: “Apabila datang masa haidmu maka tinggalkanlah shalat, dan apabila telah selesai maka mandilah dan shalatlah.”"

Kajian Takhrij & Status Riwayat: Tercantum dalam Kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (mengikuti takhrij hadits pokok sebelumnya). Para ulama fikih menjadikan riwayat dalam Bulughul Maram ini sebagai pijakan ilmiah dalam merumuskan hukum amaliah, baik dari sisi syarat, rukun, keutamaan sunnah, maupun batasan larangannya agar ibadah dan muamalah seorang muslim senantiasa sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

Faedah Fikih & Pelajaran Praktis Sehari-hari

  • 1 Hadits di atas menetapkan faedah hukum: “Apabila datang masa haidmu maka tinggalkanlah shalat, dan apabila telah selesai maka mandilah dan shalatlah.”
  • 2 Pelajaran praktis: mengamalkan tuntunan syariat pada Bab Pembatal Wudhu secara tertib dalam kehidupan sehari-hari.
  • 3 Membimbing umat Islam untuk senantiasa berpedoman pada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dengan penuh keyakinan.

Tanya Jawab Seputar Hadits Ini (FAQ Fikih)

Bagaimana fikih praktis terkait bab pembatal wudhu?

"Apabila datang masa haidmu maka tinggalkanlah shalat, dan apabila telah selesai maka mandilah dan shalatlah." (Tercantum dalam Kitab Bulughul Maram m

Bagaimana kedudukan sanad dan derajat hadits ini?

Tercantum dalam Kitab Bulughul Maram min Adillatil Ahkam karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (mengikuti takhrij hadits pokok sebelumnya). (Derajat: Shahih).